Selasa, 13 Januari 2015

budaya dan perilaku organisasi



Budaya dan perilaku organisasi
                                                      Makalah ilmu budaya dasar
                                         Budaya dan perilaku organisasi

                                      
                                         http://martha1392.files.wordpress.com/2010/10/logo_gunadarma.jpg

                       Nama:farras avila wicaksono

                       Npm:14214008

                       Kelas:1EA09
                                                                  
                                                                       Kata pengantar
                    Puji syukur saya panjatkan kepada allah swt atas segala rahmat hidayah dan karuniannya akhirnnya dapat menyelesaikan penulisan dan penyusunan makalah yang berjudul budaya dan perilaku organisasi ini dapat selesai sesuai rencana makalah ini membahas dan mengarahkan perilaku tertentu yang dikehendaki oleh proses pencapaian tujuan organisasi makalah ini ditulis dalam rangka tugas memperoleh cakrawala dalam budaya organisasi pada umumnya

                                                          pendahuluan
              latar belakang  pada dasarnya dalam kehidupan merupakan bagian yang terpisahkan  dengan lingkungan internal organisasi karena keragaman budaya yang ada dalam organisasi sama banyaknya dengan jumlah individu yang ada pada organisasi tersebut karena budaya adalah berkaitan erat dengan persepsi terhadap nilai dan lingkungannya yang melahirkan makna dan pandangan hidup yang akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku sedangkan organisasi merupakan dikatakan berhubungan dengan aspek sosial karena memang subjek dan objeknya adalah manusia yang diikat oleh nilai-nilai tertentu
                                            pembahasan         
Berdasarkan sal usul katanya (etimologis) bentuk jamak dari budaya adalah kebudayaan berasal dari sansekerta budhayah yang merupakan bentuk jamak dari budi, yang artinya akal atau segala atau suatu yang berhubungan dengan akal pikiran manusia demikian juga dengan istilah yang artinya sama yaitu kultur berasal dari bahasa latin colere yang berarti mengerjakan attau mengolah jadi budaya atau kultur disini dapat diartikan sebagai segala tindakan manusia untuk mengolah atau mengolah sesuatu kultur mengandung pola eksplisit maupun implisit dari dan untuk perilaku yang dibutuhkan dan diwujudkan dalam simbol inti utama dari kultur terdiri dari ide tradisional (turun-temurun dan terseleksi) dan terutama pada nilai yang mejarah (historitas) kamus besar bahasa indonesia mendifisikan budaya dalam dua pandangan yaitu:pertama hasil kegiatan dan penciptaan batin atau akal budi manusia seperti kepercayaan kesenian dan adat istiadat kedua menggunakan pendekatan antropologi yaitu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya
               Secara lebih formal kotler dan hessket benyamin mendefinisikan budaya sebagai totalitas perilaku kesenian kepercayaan kelembagaan dan semua produk lain dari karya serta pemikiran manusia yang mendirikan suatu masyarakat atau produk yang ditransmisikan bersama Owen mengatakan bahwa budaya merupkan merupakan filsafat-filsafat, ideologi-ideologi,nilai-nilai asumsi-asumsi keyakinan-keyakinan harapan-harapan sikap-sikap dan norma-norma bersama yang mengikat atau mempersatukan komunitas budaya merupakan konsep yang penting dalam memahami masyarakat dan kelompok manusia untuk waktu yang lama stoner et al memberikan pengertian budaya sebagai kompleks atas asumsi tingkah laku cerita,mitos metafora dan berbagai ide lain yang menjadi satu untuk menentukan apa arti menjadi anggota masyarakat tertentu kebudayaan dapat tampak  dalam bentuk perilaku masyarakat hasil dari pemikiran yang direflesikan dalam sikap dan tindakan ciri yang menonjolnya antara lain adalah nilai-nilai yang dipresepsi dirasakan dan dilakukan hal tersebut dikukuhkan oleh pendapat tasmara yang menyatakan tentang kandungan utama yang menjadi esensi budaya yaitu budaya berkaitan erat dengan persepsi terhadap nilai dan lingkungannya yang melahirkan makna dan pandangan hidup yang akan memengaruhi sikap dan tingkah laku (the total way of life a people) dalam proses budaya terdapat saling mempengaruhi dan saling ketergantungan baik sosial maupun lingkungan nonsial Kesimpulannya adalah bahwa budaya merupakan pandangan hidup(way of life) yang dapat berupa nilai nilai-nilai norma kebiasaan hasil karya pengalaman dan tradisi yang mengakar disuatu masyarakat dan mempengaruhi sikap dan perilakuan setiap orang atau masyarakat tersebut  konsep organisasi organisasi menurut kast dan jamese rosenzweig bahwa kita membutuhkan sustu definisi umum dan sebuah model konseptual mengenai organisasi yang cocok untuk semua jenis kecil dan besar informal dan formal sederhana dan
                    Kompleks dan organisasi yang melaksanakan, berbagai aktivitas dan fungsi dalam hubungan ini  didefinisikan sebagai berikut suatu, subsistem dari lingkungannya yang lebih luas suatu subsistem struktur orang yang, kerja sama dalam aktivitas terpadu suatu subsistem psikososial orang dalam hubungan sosial ,subsistem manajerial perencanaan pelaksanaan dan pengawasan semua uasaha, berdasarkan definisi organisasi yang dikemukakan di atas memberikan informasi bahwa organisasi, itu terdiri atas dua bagian besar yaitu organisasi sebagai wadah atau tempat subsistem, pemahaman ini bukan seperti rumah, kamar, kebun kantor, dan lain sebagainya hanya ada dalam alam pikiran manusia organisasi sebagai proses yang menggambarkan ,aktivitas  yang  sedang atau telah dilaksanakan, oleh manusia yang bergabung dalam sebuah organisasi sosial ,organisasi dikatakan  berhubungan dengan aspek sosial,karena menag subjek dan objeknya adalah manuiayang diikat oleh nilai-nilai tertentu. Nilai adalah hakekat moralitas kehendak untuk memenuhi kewajiban manusia baik dalm organisasi formal maupun organisasi informal. Selanjutnya dikemukakan oleh kast dan james E. rosenzweig (2002) Organisasi didefinisikan sebagai kelompok orang yang terikat secara formal dalam hubungan atasan dan bawahan yang bekerjasama  untuk mencapai tujuan bersama pula. Definisi sederhana diatas memberi petunjuk bahwa organisasi dapat disoroti dari dua sudut pandang yaitu sebagai wadah berbagai kegiatan  dan sebagai proses interaksi antara ornang-orang yang berada didalamnya manusia diciptakan tuhan dengan sempurna dan tidak ada manusia yang memiliki kesamaan secarasignifikan dan persis dalam segala hal sekalipun kembar siam begitupun dua organisasi yang sejenis seperti sekolah atau perusahaan maupun perguruan tingggi tidak dapat menampilkan budaya yang persis sama namun demikian budaya organisasi merupakan suatu kekuatan yang tidak terlihat tetapi dapat mempengaruhi pikiran, perasaan dan tidakan orang-orang yang bekerja dalam suatu organisasi. seperti halnya pribadi seseorang, organisasi selau unik dan ingin tampil khas, masing-masing organisasi memiliki budayanya sendiri-sendiri , hal ini karena dipengaruhi oleh visi misi serta tujuan walaupun organisasi itu sejenis, namun budayanya akan berbeda
           Konsep budaya organisasi sehubungan dengan uraian tersebut, dalam suatu organisasi (organization culture) merupakan bagian yang terpisahkan dengan lingkungan internal organisasi, karena keragamaan budaya budaya yang ada dalam organisasi sama banyaknya dengan jumlah individu yang ada pada organisasi tersebut. Berdasarkan perkembangan istilah, ada empat istlah yang memiliki makna yang sama, yaitu:budaya pabrik,perusahaan,dan budaya bisnis digunakan sesuai dengan kutipan aslinya untuk memberikan pemahaman bagi kita secara konseptual sesuai dengan konteks tersebut dikemukakan formulasi definisi dari para ahli dan pakar. Menurut jagues budaya pabrik adalah cara kerja dan cara berpikir yang dianut oleh pekerja,menejer, dan semua yang terlibat di pabrik tersebut. Dalam hal ini budaya pabrik mencakup berbagai tingkat dan aspek dan perilaku yaitu:cara produksi, cara membayar, nilai yang diletakkan  atas beragai tipe pekrjaan, keyakinan yang dianut, proses pengambilan keputusan, aturan. Budaya organisasi atau perusahaaaan adalah nilai-nilai tersebut yang sksn memberi jawaban apakah suatu tindakan benar atau salah dan apakah suatu perilaku di anjurkan atau tidak sehingga berfungsi sebagai landasan untuk berperilaku (susanto). dalam suatu organisasi kita mengetahui adanya dua aspek perangkat yaitu aspek fisikatau aspek hard yang tampak dalam struktur, kebijakan, peraturan-peraturan, teknologi, dan keuangan yang pengukurannya mudah dan dapat dikuantifikasikan serta dikontrol secara kasat mata.perilaku adalah aspek yang yang tidak mudah mengukurnya, tetapi sangat berperan dalam memacu organisasi menuju arah yang diinginkan aspek manusia dalam organisasi menuju arah yang diinginkan. Betapa pentingnya keberadaan budaya dalam konteks organisasi sehingga diperlukan perekayasaan terhadap unsur-unsur pembentukan budaya. apa sebenarnya budaya organisasi itu dan bagaiman pola perilakunya, adalah suatu ciri khas perilaku organisasi atau masyarakat tertentu ysng bersifat statis dan tidak dapat diintervensi oleh kekuatan manajemen, atau sebaliknya sesuatu yang bersifat dinamis dan progresif yang dapat dipengaruhi oleh manajemen.
             ( Buchanan dan hucynzki ) melontarkan tentang adanya dua debat budaya pertama debat tentang pandangan budaya sebagai suatu variabel terhadap budaya sebagai suatu metafora. pandangan ini beranggapan bahwa budaya sebagai suatu kenyataan yang akan objektif serta dapat di ukur dan di ubah oleh manajemen . pandangan yang menentangnya menyatakan bahwa budaya sesungguhnya merupakan suatu pernyataan mental yang harus diberi toleransi karena ia tidak mampu diubah oleh manajement. Debat, berkaitan dengan tiga persepektif dan sekaligus merupakan yang paling tepat untuk dihubungkan dengan budaya organisasi. Perspektif pertama disebut yang beranggapan bahwa budaya organisasi terdiri dari orang-orang yang telah memberikan serangkaian nilai-nilai umum dan asumsi dasar. Persepektif disebut diferensiasi yang menyatakan bahwa sesungguhnya tidak ada budaya yang tunggal dan umum sifatnya yang ada ialah sub budaya yang terbentukdidalam organisasi budaya itu sendiri perspektif ketiga disebut fragmantasi yang menyatakan bahwa adanya kemunduraan didalam organisasi akan mencegah terjadinya kesepakatan yang tidak  teratur (sembarang) yang berlangsung atas dasar nilai-nilai atau asumsi dasar yang agak meragukan (ismail nawawi) budaya organisasi memiliki dua atribut yang berbeda, pertama adalah intensitas, yaitu batas-batas atau tahap-tahap ketika para organisasi atau unit atas norma-norma, nilai-nilai, atau isi budaya lain yang berhubungan dengan organisasi atau unit tersebut. Yang kedua adalah integegritas, yaitu batas-batas atau tahap-tahap ketika unit yang ada dalam suatu organisasi ikut serta memberikan budaya yang umum (rousseau) dua atribut tersebut cukup menjelaskan adanya budaya yang diciptakan organisasi yang dipengaruhi oleh budaya yang dibawa pribadi-pribadi dalam organisasi dikarenakan budaya organisasi berpengaruh kuat terhadap perilaku seluruh karyawan maka sudah menjadi kewajiban organisasilah membangun arah dan strategi yang membentuk budaya yang kuat yang dipatuhi semua karyawan. Namun kadang timbul masalah dalam budaya yang kuat ini, yaitu suatu perubahan dalam visi atau inovasi sulit berhasil karena budaya baru itu berposisi terhadap budaya organisasi yang sudah diterima dengan baik.
             Dalam studi budaya organisasiorganisasi atau perusahaan, ada dua hal yang menarik yaitu kuat atau nyatanya budaya suatu organisasi berkaitan dengan keberhasilan atau kegagalan perusahaan atau organisasi tersebut, ideologi simbol dan keyakinan bersama memiliki dampak besar terhadap perusahaan lepas dari karakteristik objektif dan strukturnya. (daft) menyatakan budaya organisasi atau perusahaan terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan yang mudah dilihat dan dipandang mewakili budaya perusahaan secara menyeluruh yang disebut visible artifact dan lapisan yang tak kasat mata visible artefact terdiri atas cara orang berperilaku, berbicara, dan berdandan di pihak lain, lapisan kedua yang merupakan lapisan tak kasatmata terdiri atas nilai-nilai pokok,filosofi, asumsi, kepercayaan, dan proses berpikir dalam perusahaaan lapisan inilah yang sesungguhnya disebut perusahaan dari berbagai konsep budaya organisasi sebagaimana uraian tersebut ditemui sebuah uraian budaya organisasi sebagai suatu pola dan model yang terdiri atas kepercayaan,dan nilai-nilai yang memberikan arti bagi anggota suatu organisasi atau aturan bagi anggota untuk berperilaku diorganisasi menurut (davis dan moelyono) setiap organisasi memeiliki makna tersendiri terhadap kata budaya yaitu identitas, ideologi, etos, pola eksistensi, aturan, pusat kepentingan, filosofi tujuan, spirit,sumber informasi,visi dan cara  (robins) mengemukakan tujuh karakteristik prima budaya organisasi sebagai berikut budaya mengambil risiko (innovation and risk taking),perhatian terhadap detail (attention to detail), berorientasi terhadap hasil (outcome orientation), berorientasi kepada manusia (people orientation), berorientasi tim (team orientation), agresif (agressivenses), stabil (stability)
               sehubungan dengan karakteristik tersebut, setiap karakteristik itu bergerak pada suatu kontinum dari rendah ke tinggi dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini akan diperoleh gambaran majemuk budaya organisasi beberapa manifestasi   budaya dapat didentifikasikan sari cara-cara  bersikap kebiasaan anggota organisasi dalam melakukan keseharian operasionalisasi yang dapat berbentuk upacara-upacara, ritual-ritual, ataupun seragam yang dikenakan sergiovani menguntip pendapat (lunberg) menyebutkan bahwa budaya organisasi muncul dalam empat lingkaran, yaitu artifact, perspective, values, assumption maka untuk mendiskripsikan budaya suatu organisasi pertama kali yang harus dilakukan adalah mengamati perwujudan budaya tersebut baru kemudian menangkap maknanya (kotter dan hessket) mengungkapan bahwa budaya organisasi muncul dalam dua tingkatan, terlihat yaitu tingkatan yang kurang, berupa nilai-nilai yang dianut oleh anggota kelompok yang cenderung bertahan meskipun anggotanya sudah diganti nilai-nilai ini sangat sukar berubah dan anggota organisasi seringkali tidak menyadari karena banyaknya nilai tingkatan yang seringkali terlihat berupa pola gaya perilaku organisasi, yakni orang-orang yang baru masuk terdorong untuk mengikutinya adakalanya kita sangat kesulitan menerapkan inovasi pada organisasi  yang sudah bertahan lama dengan eksistensinya, walaupun dunia diluar organisasi sudah begitu majunya para pendiri ataupun anggota organisasinya dapat bertahan dalam kemajuan tersebut mungkin saja nilai-nilai lama yang selalu segar menurut anggota organisasi menempatkan diridalam kemajuan , namun ketidakberanian, memnyesuaikan diri dengan kemajuan yang ada, tertutup, serta bertahan dengan budaya lama, barangkali bukanlah sikap yang selau menguntungkan. organisasi perlu menampakkan budaya melalui nilai-nilai yang dianut anggota dan nilai-nilai yang ditetapkan organisasi .
                   Disamping melalui manifestasinya, budaya dapat dipahami melalui pemahaman akan karakteristik budaya itu sendiri (aan komariah dan cepi triatna) memberikan sembilan  karakteristik utama sebagai pembeda budaya organisasi yaitu sebagai berikut insiatif individu, toeransi terhadap tindakan beresiko, arah organisasi, integrasi, dukungan dari manajemen, kontrol, identitas, sistem imbalan, pola-pola komunikasi. Jenis dan tipe budaya organisasi adapun tipe budaya organisasi, menurut pendapat (handy) berdasarkan tingkat formalitas dan sentralisasi dengan konfigurasi tersebut budaya perusahaan atau organisasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu formalisasi tinggi, sentralisasi tinggi, formamalisai rendah, sentralisasi tinggi, formalisasi tinggi, sentralisasi rendah, dan formalisasi rendah, sentralisasi rendah keempat jenis budaya perusahaan tersebut memiliki kekuatan dan kelemahan. Kekuatan budaya apollo atau peran yaitu adanya kerapian dan keteraturan sehingga kesalahan-kesalahan yang bersifat fatal dapat dihindari kelemahan budaya apollo atau peran yaitu kurang fleksibel dan cepat untuk menghadapi tantangan baru sehingga kalah apabila dibandingkan dengan perusahaan yang menerapkan budaya di pihak lain organisasi yang menerapkan budaya zeus atau kuasa memiliki birokrasi yang kuat dan kemampuan melindungi perusahaan dengan kukuh. Kelemahan penerapan budaya ini               yaitu tidak adanya kehangatan dan keakraban antara pimpinan dengan bawahan , sebab semua masalah dapat diselesaikan dengan pendekatan strkutural  kekuatan penerapan  budaya athena atau tugas yaitu adanya keterbukaan untuk berdialog dan bebreda  pandangan apabila perlu kelemahan budaya ini, yaitu kemungkinan timbul inkonsistensi dengan keputusan yang diambil dan tidak adanya stabilitas serta ketenangan kerja dalam kehidupan perusahaan tersebut kekuasaan budaya dapat memelihara kehangatan dan kekeluargaan antara pihak peimpinan dengan bawahan kelemahan budaya ini apabila diterapkan yaitu adanya risiko yang besar (jeffrey sonmenfeld) secara tipologis membedakan empat macam budaya organisasi yaitu academy, budaya organisasi yang menekan pada jabatan, club tipe ini menjadikan senioritas, loyalitas, komitmen, dan pengalaman sebagai ciri khas budaya organisasi basebal-team, mencari bakat-bakat muda yang dapat memberikan sumbangan yang cemerlang bagi kemajuan organisasi fortress, menekankan pada kelangsungan hidup organisasi survival melalui kepekaan terhadap tantangan-tantangan baru pengaruh budaya masyarakat terhadap budaya organisasi budaya masyarakat mempunyai  pengaruh yang signifikan terhadap budaya organisasi di  
                   indonesia (kayam) mendeskripsikan ada dua sosok budaya yang dapat dijadikan model budaya indonesia sosok budaya pertama sosok budaya masyarakat kerajaan di nusantara yang disebut sosok budaya aristokratis, dan yang kedua adalah sosok budaya paternalistis yang berkembang di masyarakat pertanian tradisional yang tidak sempat atau tida memerlukan sistem keuasaan kerajaan budaya feodal arisokratis maupun budaya paternalistis yang ikut mempengaruhi budaya perusahaan yang ada di indonesia tata krama perusahaan yang ada di indonesia memiliki study yang cermat. Dengan demikian porsi pekerjaaan seseorang sudah diterapkan dan bersifat rutin jenis budaya formalisasi rendah, sentralisasi tinggi, bercirikan hubungan lisan yang kuat dan intutif . kekuasaan tertinggi ada di tangan satu orang atau sebuah kelompok dari pusat , seperti seekor laba –laba yang berada ditengah jaringanya jenis budaya ini dikenal dengan istilah budaya zeus atau budaya kuasa. Jenis budaya ini dikenal dengan budaya zeus budaya kuasa jenis budaya formalisasi tinggi, sentralisasi rendah adalah jenis budaya tugas dan matriks dalam budaya ini orang-orang terkumpul dari berbagai latar belakang ilmu dan keterampilan yang berbeda (interdisipliner) namun mereka terfokus pada tugas yang sama cara kerja masing-masing elemen ini sangat independen namun terikat oleh berbagai prosedur yang ketat. Handy menambahkan budaya ini sebagai budaya athena kekuatan penerapan budaya athena atau tugas yaitu adanya keterbukaan untuk berdialog dan berbeda pandangan apabila perlu . kelemahan penerapan budaya ini, yaitu kemungkinan timbul inkonsistensi dengan keputusan yang diambil dan tidak adanya stabilisasi serta ketenangan kerja dzalam kehidupan perusahaan tersebut. Kekuasaan budaya dinosius dapat memelihara kehangatan dan kekeluargaan antara pihak pimpinan denganbawahaan. Kelemahan budaya ini apabila diterapkan yaitu adanya risiko yang besar manfaat dan fungsi budaya organisasi budaya organisasi membantu mengarahkan  sumber daya manusia pada pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi di samping itu akan meningkatkan kekompakan timantar begbagai departemen , divisi atau unit dalam organisasi sehingga mampu menjadi perakat yang mengikat orang dalam organisasi bersama-sama budaya organisasi membentuk perilaku staf dengan memberi mereka perasaan memiliki, loyalitas, kepercayaan, dan nilai-nilai, dan mendorong mereka berpikir positif tentang mereka dan organisasi. Dengan demikian, organisasi dapat memaksimalkan potensi stafnya dan memenangkan kompetisi Dengan budaya organisasi kita dapat memperbaiki perilaku dan motivasi sumber daya mausia sehingga meningkatkan kinerja organisasi untuk mencapai tujuan organisasi namun budaya organisasi harus selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan lingkungan. budaya
                organisasi yang statis suatu saat akan menjadi tidak sesuai denagan kebutuhan organisasi yang bersifat dinamis sebagai respons terhadap perubahaan lingkungan budaya organisasi seperti sebuah lingkaran ,setengah di bawah adalah operasional yaitu tentang apa yang di kerjakan ,piranti keras,sistem,kontrol,produksi,dan keuntungan adapun faktor setengah di atas adalah faktor human atau manusia mengenai bagaimana kita melakukan operasi dengan pengertian, komunikasi, kepercayaan, hubungan dan keikutsertaan budaya organisasi yang terpelihara dengan baik, mampu menampilkan perilaku iman, taqwa, kreatif, inovaftif, dan dapat brgaul haus dapat dikembangkan . manfaat yang dapat diambil dari budaya demikian adalah dapat menjamin hasil kerja dengan kualaitas yang lebih baik, membuka seluruh jaringan komunikasi, keterbukaan, kebersamaan, kegotongroyongan , kekeluargaan, menemukan kesalahan dan cepat memeperbaiki, cepat beradaptasi dengan perkembangan yang terjadi di luar (faktor eksternal seperti pelanggan, teknologi, sosial, ekonomi dan lain-lain, mengurangi laporan-laporan berupa data informasi yang salah dan palsu (triguno) budaya organisasi memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut menentukan hal pentingyang mendasari organisasi , standar dan keberhasilan dan kegagalan harus bisa diukur  menjelaskan bagaimana sumber-sumber organisasi digunakan dan untuk kepentingan apa menciptakan apa yang dapat  organisasi dan para anggotanya  harapkan satu sama lain membuat beberapa metode pengontrolan  perilaku dalam keabsahan organisasi dan membuat yang lain tidak absah, yang menentukan letak kekuasaan di dalam organisasi dan bagaimana menggunakannya menyeleksi perilaku yang memungkinkan anggota terlibat atau tidak, menentukan ganjaran dan hukuman budaya organisasi dalam perannya sebagai pembatas yang membedakan satu organisasi dengan organisasi lain memberikan identitas (sense of identity ) pada anggota organisasi budaya organisasi yang meresap pada anggota akan menumbuhkan komitmen komitmen diartikan sebagai suatu kondisi ketika anggota organisasi memberikan segenap kemampuannya dan loyalitas tertinggi kepada organisi,diman dengan cara seperti itu mereka mendapatkan kepuasan . budaya organisasi dimana dengan cara seperti itu mereka mendapatkan kepuasan budaya organisasi sangat bermanfaat bagi organisasi karena produk dari budaya tersebut memberikan arah atau pedoman bagi organisasi karena produk dari budaya tersebut memberikan arah atau pedoman bagi organisasi karena produk dari budaya tersebut memberikan arah atau pedoman bagi organisasi sehingga anggota organisasi tidak dapat semena-mena bertindak atau berperilaku sekehendak hati. Dengan adadnya budaya organisasi dapat membuat program-programpengembangan usaha dan pengembangan sumber daya manusia  yang didukung penuh dari seluruh jajaran sumber daya manusia yang ada bila suatu organisasi memahami dan menghargai keberdayaan suatu budaya organisasi serta memberikan peluang bagi tumbuhdan perkembangannya budaya organisasi  maka organisasi tersebut akan menjadi suatu organisasi yang berhasil
                                                                  penutup
kesimpulan jadi pada intinya tidak dapat menampilkan budaya yang sama persis namun demikian merupakan suatu kekuatan yang tidak terlihat dapat mempengaruhi pikiran perasaan dan tindakan orang-orang yang bekerja dalam suatu organisasi seperti halnya kepribadian seseorang organisasi ingin selalu unik dan ingin tampil khas seperti masing-masing budaya organisasi sendiri-sendiri hal ini dipengaruhi oleh visi misi serta tujuan walaupun organisasi itu sejenis namun budayanya akan berbeda                                                        

Selasa, 23 Desember 2014

cerita lucu

Takut Didenda: Seorang bapak yang sangat-sangat pelit diajak anak tersayangnya untuk naik helikopter. Awalnya si bapak tidak setuju karena harus bayar tapi karena sayang dengan anaknya ia pun setuju.

Setelah sampai di tempat heli, si pilot bilang "Naik bayar U$100, kalau anda bicara diatas nanti didenda U$500 tapi kalau anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih U$1000."

Setelah setuju dengan perjanjian tersebut, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik diatas. Setelah sampai mendarat si pilot bilang ke bapak pelit tadi, "Wah anda hebat, tidak bicara sepatah katapun."

Si bapak bilang, "Sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" tanya si pilot. "Anak saya jatuh," jawab si Bapak.